Apa itu Dioda Zener, Fungsi dan Cara Membaca Kodenya Skip to main content

Apa itu Dioda Zener, Fungsi dan Cara Membaca Kodenya

Apa itu Dioda Zener - Ada yang belum tahu apa itu dioda zener? Merupakan jenis komponen semikonduktor yang banyak digunakan pada rangkaian elektronika karena fungsinya sebagai penstabil tegangan, umumnya digunakan pada rangkaian yang membutuhkan tegangan stabil, sehingga sering diaplikasikan pada rangkaian output power supply.

jenis dioda zener
kode dioda zener

Komponen semikonduktor ini harganya murah dan memiliki variasi tegangan yang banyak sehingga tidak sulit untuk mencari pengganti jika terjadi kerusakan. Selain itu, ukuran dioda zener juga relatif kecil sehingga sangat mudah diaplikasikan pada rangkaian.

Cara Kerja Dioda Zener

Komponen ini sering disebut dioda penstabil tegangan karena mampu memberikan tegangan referensi yang cukup stabil untuk suatu rangkaian atau sirkuit elektronika.

Sedikit berbeda dengan dioda pada umumnya yang berfungsi sebagai penyearah arus, zener didesain untuk beroperasi pada rangkaian bias balik / reverse biass.

Pada rangkaian bias maju dan dipasangkan dengan zener akan berfungsi seperti dioda pada umumnya yaitu seperti penyearah, tetapi jika dipasangkan dengan bias mundur maka dioda akan mencapai tegangan tembusnya dan tegangan ini kemudian akan menjadi tegangan referensi.

Efek dioda yang berbeda ini ditemukan oleh seorang fisikawan Amerika bernama Clarence Melvin Zener sehingga komponen ini diberi nama zener.

Fungsi Dioda Zener

Komponen semikonduktor ini banyak digunakan sebagai penstabil tegangan yang dapat berupa rangkaian pengatur tegangan atau rangkaian proteksi tegangan lebih / rangkaian over voltage.

Kegunaan lain dari dioda ini adalah berfungsi sebagai pengatur tegangan shunt (koneksi paralel), tentunya dioda penyearah tidak dapat dipasang secara paralel.

Jika sebuah komponen zener dipasang secara paralel, maka akan bertindak seolah-olah hubung singkat, dan ketika ada tegangan yang masuk ke dioda, tegangan akan dibatasi sesuai dengan nomor pada badan komponen tersebut.

Cara Membaca Kode Dioda Zener

Membaca kode komponen ini sebenarnya tidak ada standarnya karena berbeda-beda tergantung dari pembuatnya, biasanya pada body komponen tertulis tegangan kerja, misal menunjukkan angka 5V6 maka dioda menstabilkan tegangan keluaran sebesar 5,6 VDC, demikian pula untuk dioda zener 12V kodenya hanya 12V.

Namun ada juga pabrikan yang memiliki koding sendiri, misalnya pada kode 1N XXXX diperlukan tabel bacaan, berikut kode untuk 1N:

jenis dioda zener
lambang dioda zener

Selain kode 1N, ada juga kode MA dimana angka pertama menunjukkan daya/kapasitas komponen semikonduktor ini:

  • MA1xxx = 1 watt
  • MA2xxx = 0,5 watt
  • MA3xxx = 0,3 watt
  • MA4xxx = ¼ watt
  • MA5xxx = 1/8 watt

3 angka berikutnya menunjukkan tegangan kerja, yaitu:

  • MA3100 = 10.0v
  • MA2180 = 18.0
  • MA1056 = 5.6v
  • MA3091 = 9.1v

Berapa banyak variasi tegangan yang tersedia? menurut pengetahuan penulis tegangan terendah adalah 2,4 V sedangkan tertinggi adalah 200 V dengan daya maksimum 5 Watt.

Cara Mengukur Dioda Zener Dengan Multitester

Mengukur kualitas komponen dioda zener sama dengan mengukur dioda penyearah yang biasa digunakan pada rangkaian power supply, lebih mudah menggunakan AVO meter atau multimeter yang memiliki fitur untuk mengukur dioda dimana jika posisi kaki dioda disesuaikan dengan gambar di bawah ini akan menunjukkan angka tertentu pada tampilan digital dan analog.

cara kerja dioda zener
ukuran dioda zener

Yang jelas saat diukur dengan multimeter ternyata polaritasnya terbalik dan masih menunjukkan angka di meteran, maka bisa dipastikan diodanya short atau bocor.

Penggunaan Pada Rangkaian

Penerapan dioda zener dalam suatu rangkaian sangat mudah diterapkan dan cukup sederhana, berikut ini adalah contoh sederhana dimana komponen ini digunakan sebagai penstabil tegangan 8,2 VDC.

karakteristik dioda zener
cara ukur dioda zener

Tentunya agar rangkaian dapat bekerja dengan baik maka tegangan supply input harus lebih besar dari tegangan dioda itu sendiri pada rangkaian contoh adalah supply 12VDC yang kemudian dipasangkan dengan sepasang resistor – transistor sebagai saklar/arus amplifier, maka keluaran rangkaian akan memiliki tegangan stabil sebesar 8,2 V.

Akhir Kata

Itulah artikel tentang salah satu komponen semikonduktor yang penggunaannya cukup banyak, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan rekan-rekan teknisi yang berkunjung ke blog ini.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
close