Rangkaian Elektronika: Pengertian, Fungsi, Skema dan Contoh Skip to main content

Rangkaian Elektronika: Pengertian, Fungsi, Skema dan Contoh

Rangkaian Elektronika - Di era modern ini, manusia tidak terlepas dari apa yang disebut dengan peralatan elektronik. Berbagai alat elektronik dengan mudah ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

rangkaian elektronika digital
rangkaian elektronika dasar

Tapi apakah Anda pernah berpikir untuk belajar lebih banyak tentang dunia elektronik lebih jauh? Agar bisa memahami semua rangkaian elektronika sederhana beserta komponennya.

Untuk pemula yang ingin belajar tentang dunia elektronika. Tentunya harus dimulai dari tahap yang paling dasar yaitu mulai dari mempelajari rangkaian elektronika sederhana.

Nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang rangkaian elektronik lengkap. Mulai dari pengertian, fungsi, hingga skema dan cara kerjanya. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Rangkaian Elektronika

Rangkaian elektronika adalah suatu instalasi yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan. Dimana dari rangkaian tersebut nantinya akan membentuk suatu fungsi tertentu.

Berdasarkan jenisnya sendiri, rangkaian sebenarnya terdiri dari 3 versi, yaitu versi analog, digital dan campuran.

Untuk dapat beroperasi, pada umumnya suatu rangkaian elektronik membutuhkan suplai energi. Dimana energi yang akan digunakan akan diperoleh dari sumber arus listrik.

Arus listrik untuk penyediaan energi dapat diperoleh dengan berbagai cara. Misalnya energi yang diperoleh langsung dari sumber listrik atau yang menggunakan alat power supply. Dengan adanya arus listrik, maka alat elektronik tersebut akan dapat beroperasi sesuai fungsinya.

Fungsi Rangkaian Elektronika

Rangkaian elektronika sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari sangat sering kita jumpai. Mulai dari sistem yang sederhana hingga rangkaian yang kompleks.

Namun secara umum, rangkaian-rangkaian tersebut dikelompokkan dengan beberapa fungsi tertentu.

Fungsi dari rangkaian elektronik adalah sebagai berikut:

  • Penguat
  • Penyearah
  • Pembangkit
  • Pengontrol
  • Konversi

Berikut pembahasan lebih lengkap mengenai fungsi rangkaian elektronika.

1. Penguat

Rangkaian elektronika juga bisa dikatakan berfungsi sebagai penguat. Misalnya alat elektronik yang berguna untuk memperkuat arus pada input. Dari proses tersebut dapat menghasilkan tegangan output yang lebih besar.

Contoh alat elektronik yang bekerja dengan sistem sebenarnya mudah ditemukan di sekitar. Diantaranya adalah amplifier, signal amplifier, voltage amplifier dan alat sejenis lainnya.

2. Penyearah

Alat elektronik yang berfungsi sebagai penyearah misalnya adalah power supply. Jadi alat ini berfungsi untuk menyearahkan tegangan arus listrik. Misalnya untuk mengarahkan arus AC ke DC dan seterusnya.

3. Pembangkit

Beberapa alat elektronik juga dikelompokkan sebagai alat yang berfungsi untuk pembangkitan. Jadi fungsinya untuk membangun sinyal dengan frekuensi tertentu berdasarkan sistem.

Alat elektronik dengan fungsi tersebut antara lain rangkaian osilator. Contohnya adalah timer, rangkaian radio, konverter, counter dan lain-lain.

4. Pengontrol

Rangkaian kontrol merupakan alat yang berfungsi untuk mengontrol beberapa instrumen agar sesuai dengan sistem yang dibuat.

Beberapa contoh rangkaian kontrol antara lain remote control, pengatur kecepatan, mikrokontroler, dan lain sebagainya.

5. Konversi

Konversi berfungsi untuk mengubah energi menjadi bentuk energi lain. Atau bisa juga konversi ini terjadi pada perubahan tegangan yang menjadi bentuk lain. Ada banyak jenis konversi dalam dunia kelistrikan.

Misalnya konversi listrik menjadi cahaya, sinyal suara menjadi listrik, konversi suhu menjadi hambatan listrik dan sebagainya.

Jenis Rangkaian Elektronika

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering melihat penggunaan perangkat elektronik. Berdasarkan jenisnya, rangkaian elektronik dibagi menjadi 3 jenis.

jenis rangkaian elektronika adalah:

  • Rangkaian elektronika analog
  • Rangkaian elektronika digital
  • Rangkaian elektronika campuran

Berikut pembahasan jenis rangkaian elektronik selengkapnya yang dapat Anda simak.

1. Rangkaian Elektronika Analog

Jenis rangkaian elektronik yang pertama adalah versi analog. Seperti namanya, perangkat elektronik dengan versi analog masih menggunakan cara konvensional.

Jadi perubahan alat akan terjadi secara perlahan tergantung skema di dalamnya.

2. Rangkaian Elektronika Digital

Rangkaian elektronik digital adalah versi terbaru dari yang sebelumnya. Versi ini merupakan pembaruan dari versi analog karena menggunakan skema yang lebih canggih.

Pada rangkaian digital biasanya terdapat dua kondisi yaitu low dan high. Jika high berada di posisi 1, maka low akan berada di posisi 0.

3. Rangkaian Campuran

Rangkaian campuran ini sebenarnya adalah kombinasi dari rangkaian analog dan digital. Beberapa perangkat elektronik yang berjenis rangkaian campuran juga cukup beragam.

Misalnya yang paling umum seperti ADC (analog digital converter), atau DAC (digital analog converter).

Contoh Rangkaian Elektronik

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia elektro, tentu sangat penting untuk mengetahui berbagai jenis rangkaian elektronika. Mulai dari rangkaian elektronik dasar dengan skema sederhana, hingga rangkaian yang kompleks.

Beberapa contoh rangkaian elektronika sederhana adalah:

  • Senter
  • Alarm
  • Multimeter
  • Lampu Flip Flop
  • Sensor
  • Metronom Sensitivitas Cahaya
  • LED

Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai beberapa contoh rangkaian elektronika sederhana dan cara kerjanya yang dapat Anda pelajari di bawah ini.

1. Senter

contoh rangkaian elektronika kompleks
rangkaian elektronika senter

Senter bisa dikatakan rangkaian elektronik sederhana untuk pemula. Saklar adalah perangkat elektronik yang berfungsi untuk media penerangan dalam ruangan. Alat tersebut juga memiliki rangkaian yang relatif lebih sederhana dan tidak rumit.

Disebut rangkaian sederhana karena tidak membutuhkan alat yang rumit untuk membuat senter. Artinya, paling tidak hanya membutuhkan kabel, baterai, lampu, dan juga saklar untuk tombol on/off.

2. Alarm

sebutkan 3 contoh rangkaian elektronika digital
rangkaian elektronika alarm

Skema rangkaian elektronika berikutnya adalah alarm. Pada gambar di atas, Anda bisa melihat skema alarm yang bisa dikatakan cukup sederhana bukan?

Alarm adalah perangkat elektronik yang fungsinya untuk mengatur waktu dan berfungsi sebagai pengingat untuk menunjukkan waktu tertentu.

Selain sebagai pengingat waktu, alarm juga bisa digunakan untuk situasi berbahaya. Misalnya untuk mencegah pencurian, alat pendeteksi kebakaran dan sebagainya.

Untuk membuat alarm juga tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Artinya, Anda hanya membutuhkan kabel, IC, baterai, timer atau pengatur waktu dan lain sebagainya.

Semakin lengkap fungsinya, tentu semakin banyak pula komponen yang dibutuhkan. Namun bagi yang membuat rangkaian alarm sederhana, setidaknya cukup dengan kabel, timer, IC dan sejenisnya.

3. Multimeter

100 rangkaian elektronika
rangkaian elektronika multimeter

Multimeter adalah rangkaian elektronika sederhana yang berfungsi sebagai pengukur arus, resistansi, tegangan dan lain sebagainya. Jika Anda sedang mencari rangkaian elektronika sederhana untuk pemula yang sederhana dan mudah dibuat maka multitester ini salah satunya.

Dapat dilihat dari gambar dan skema di atas. Bahwa untuk membuat multitester, Anda tidak perlu memikirkan skema dan rangkaian yang rumit dan kompleks.

Cara menggunakan multimeter juga sudah kita bahas pada artikel sebelumnya, bahkan dengan 2 jenis multimeter sekaligus.

4. Lampu Flip Flop

contoh produk elektronika praktis dan cara pembuatannya
rangkaian elektronika lampu flip flop

Rangkaian lampu flip flop merupakan rangkaian elektronik sederhana tanpa IC. Flip-flop ini sendiri merupakan komponen elektronik yang memiliki trigger. Jika diaplikasikan bersamaan dengan lampu LED, maka flip flop akan menyala dan mati secara bergantian.

Untuk pengaplikasiannya, flip flop banyak digunakan untuk keperluan dekoratif. Tak hanya itu, rangkaian lampu flip flop ini juga umumnya digunakan sebagai rangkaian elektronik mainan anak.

Untuk membuat rangkaian flip-flop diperlukan beberapa komponen dasar sebagai komponennya. Misalnya resistor, kapasitor, LED, baterai, dan transistor.

Skema rangkaiannya juga cukup sederhana, Anda bisa melihatnya pada gambar di atas untuk mempelajari cara kerjanya.

5. Sensor

sebutkan contoh peralatan elektronik yang menggunakan rangkaian seri
rangkaian elektronika sensor sentuh

Skema di atas adalah contoh rangkaian elektronik sederhana dengan menggunakan sensor sentuh. Rangkaian sensor sentuh dibuat dengan 3 komponen dasar yaitu resistor, LED, dan transistor.

Untuk dapat berfungsi, resistor dan LED terlebih dahulu akan dihubungkan secara seri pada transistor. Kemudian perangkat akan disuplai ke terminal transistor dan keduanya akan dihubungkan dengan sistem sambungan terbuka di kedua ujungnya.

Seperti namanya, rangkaian sensor sentuh ini merupakan perangkat elektronik yang sangat peka terhadap sentuhan. Jadi, jika kedua kabel tersebut disentuh dengan jari, maka lampu akan otomatis menyala. Kurang lebih seperti itulah rangkaian sensor ini bekerja.

6. Metronom Sensitivitas Cahaya

berikut contoh alat elektronik yang menggunakan rangkaian paralel
rangkaian elektronika sensitivitas cahaya

Rangkaian elektronika berikutnya adalah metronom sensitivitas cahaya. Perangkat ini dibuat dengan menggunakan setidaknya dua buah transistor. Karena itulah alat ini nantinya bisa menghasilkan alat yang peka terhadap frekuensi cahaya dan suara.

Jika intensitas cahaya meningkat, maka frekuensi LDR pada perangkat akan berkurang. Sebaliknya jika intensitas cahaya berkurang, maka frekuensi LDR akan meningkat. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai sensor LDR pada artikel yang telah kami bahas sebelumnya.

7. LED

sebutkan contoh alat elektronik yang menggunakan rangkaian paralel
rangkaian elektronika LED

LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode. Ini adalah komponen yang berfungsi untuk menghasilkan cahaya. LED ini juga diterapkan pada berbagai perangkat elektronik di sekitar. Misalnya mulai dari lighting, layar monitor, billboard, dan sebagainya.

LED juga termasuk dalam rangkaian elektronik sederhana. Hal ini dibuktikan dari diagram rangkaian di atas bukan? Anda bahkan bisa mencoba membuat rangkaian ini sendiri di rumah.

Cara Membuat Rangkaian Elektronika Sederhana

Membuat rangkaian elektronik sendiri di rumah bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Hal ini pun berlaku bagi Anda yang masih pemula dalam bidang kelistrikan.

Nah, sebelum melakukan pembuatan rangkaian elektronika, mari kita simak tips berikut ini.

1. Perbanyak Pengetahuan

Tips yang pertama bagi Anda yang masih pemula dalam bidang elektronika untuk menambah pengetahuan Anda. Pengetahuan merupakan titik awal yang baik untuk memperdalam keterampilan atau kemampuan dalam merakit.

Pelajari dulu fungsi, cara kerja, hingga skema rangkaian elektronikanya. Terutama di bagian-bagian tertentu yang cukup krusial. Selanjutnya, pelajari langkah demi langkah membuat rangkaian.

Hal ini sangat penting dilakukan sebelum memulai praktek pembuatan rangkaian elektronika.

2. Siapkan Alat dan Bahan

Setelah mempelajari rangkaian elektronika yang akan Anda buat, selanjutnya siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Dengan mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan, maka akan menghindarkan Anda dari membeli bahan yang tidak perlu.

3. Eksekusi

Langkah selanjutnya adalah eksekusi. Setelah mengetahui skema, alat yang dibutuhkan, hingga tutorial dan cara membuatnya. Tentunya ilmu tersebut perlu diterapkan dengan cara yang nyata, yaitu melalui praktek.

Jika Anda seorang pemula, sebaiknya pilih rangkaian elektronik sederhana terlebih dahulu. Baru setelah itu coba jenis rantai lain dengan struktur yang lebih rumit dan kompleks.

Akhir Kata

Rangkaian elektronika sederhana merupakan teori dasar yang harus dikuasai oleh para pemula yang ingin mencoba-coba dunia elektronika. Untuk kebutuhan tersebut, Anda perlu mengetahui beberapa hal krusial.

Seperti mengetahui alat dan bahan yang digunakan, pandai membaca skema, hingga mengetahui teknik pembuatan rangkaian elektronika dasar.

Jika semua itu diketahui dengan benar, maka bukan tidak mungkin Anda bisa menciptakan alat elektronik yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Sekaligus memperdalam keterampilan dan pengetahuan di bidang elektronika.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
close